Rabu, 01 April 2015

Penelitian Multivariate

(Telah terbit di Jurnal Sain Med kopertis Wil. VII edisi Juni – 2012)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA PARAMEDIS DAN NON PARAMEDIS DI RSI JOMBANG.
Lailatus Sa’adah, SE. MM

(ANALYSIS OF FACTORS OF JOB SATISFIERS PARAMEDIC AND NON PARAMEDICAL  RSI JOMBANG)


ABTRACT
The research is aimed to : 1) analyze the factor of company and administration, supervision, salary, interpersonal relation, working condition, work achievement, recognition, work it self, responsibility and promotion on the job satisfier of employee, 2) identify     those factors that most significantly effec of the job satisfier. The population in the research is 64 employee, all members of the population are censused in the reseach 29 employee from medice and 35 e from non medice. The research result indicate that company policy and administration
salary, interpersonal relation, working condition, work achievement,
work it self, responsibility, and promotion have significantly positif  relation is proven by the fact that F-calculation value is biggest than F‑ table value, F-Calculation Value is 3,130 while F-Table value is 2,04 with the level of significant 5%. The work achievement variable is has greater effect to job satisfier because if work achievement is high the job satisfier of employee is bight too. For the job satisfier between medice and non medice is the same eventhought the kinds of their job is different.

KEY WORDS : the factors of job satisfiers

PENDAHULUAN
Rumah sakit sebagai suatu organisasi yang bergerak di bidang jasa harus dikelola secara profesional sebagai organisasi bisnis lainnya di samping misi sosial. Hal ini menuntut penyediaan kualitas jasa yang lebih baik dari persaingannya, yang akan menjadi kunci utama di dalam perkembangan suatu organisasi pelayananan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan tersebut antara lain meliputi : jasa perawat, sikap paramedis, teknologi yang digunakan, administrasi, fasilitas fisik, kenyamanan yang mendukung bagi pasien. Sehingga diperlukan usaha-usaha manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Kepuasan kerja dalam perusahaan akan tercapai apabila ada keselarasan antara pihak manajemen dengan karyawan. Diperlukan komitmen yang tinggi dari pihak manajemen dalam mengelola SDM sehingga kepuasan kerja yang tercipta dalam diri karyawan akan mendekati harapan mereka. Kepuasan kerja memiliki dampak terhadap penciptaan produktivitas kerja yang secara tidak langsung akan meningkatkan kinerja. Disamping itu ketidakpuasan kerja juga akan menimbulkan turunnya prestasi kerja, tingkat absensi yang tinggi, semangat kerja yang rendah bahkan diikuti dengan turn over. Handoko  (2010) mengatakan bahwa “adanya kepuasan kerja akan memberi kesempatan bagi perusahaan untuk mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Semakin puas kerja seseorang akan semakin baik pekerjaan yang dihasilkan” 1.
Demikian dominannya peran SDM sebagai aset perusahaan diharapkan mampu memberi sumbangsih terhadap kinerja perusahaan supaya tetap bertahan dan berkembang, perlu adanya kebijakan-kebijakan yang tepat sehingga tidak menimbulkan ketidakpuasan kerja karyawan.  

METODE  PENELITIAN
Penelitian ini dirancang sebagai penelitian penjelasan (explanatory) dengan metode survei. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode statistik linier berganda.
Tempat penelitian di di RSI Jombang yang berada di JL. Brigjen Kertarto no. 22 A Jombang.yang dilakukan pada mulai tanggal 05 Agustus  sampai dengan 29 November  2010.
VARIABEL PENELITIAN
Variabel-variabel bebas yang diamati dalam penelitian ini adalah faktor- faktor motivator dan hygiene yang meliputi : Kebijaksanaan dan administrasi Rumah Sakit (X1),  Pengawasan (X2), Gaji (X3), Hubungan antar manusia (X4), Kondisi kerja (X5), Prestasi kerja (X6), Penghargaan (X7), Pekerjaan itu sendiri (X8), Tanggung jawab (X9) dan Promosi (X10) 2.
Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah kepuasan kerja (Y)
Tabel 1
Instrumen Penelitian Untuk Mengukur Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Kepuasan Kerja Karyawan
Variabel Pendidikan
Indikator/ukuran
No Butir
Kebijaksanaan & administrasi RS
§  Perumusan kebijakan
§  Prosedur administrasi
1,2,3
4,5,6
Pengawasan (teknis/ keamanan)
§  Ketegasan dan keadilan
§  Kemampuan membangun kerja sama
1,2,3
4,5,6
Gaji
§  Kesesuaian gaji
§  Pemberian tunjangan
1,2,3
4,5,6
Hubungan antar individu
§  Interaksi antar karyawan
§  Interaksi dengan atasan
1,2,3
4,5,6
Kondisi kerja
§  Adaptasi lingkungan
§  Kenyamanan
1,2,3
4,5,6
Prestasi kerja
§  Penilaian yang memotivasi
§  Umpan balik
1,2,3
4,5,6
Penghargaan
§  Status kerja
§  Penghargaan atas pekerjaan
1,2,3
4,5,6
Pekerjaan itu sendiri
§  Kemampuan kerja
§  Kecocokan pekerjaan
1,2,3
4,5,6
Tanggung jawab
§  Minat kerja
§  Tanggung jawab kerja
1,2,3
4,5,6
Promosi
§  Status sosial
§  Perencanaan karir
1,2,3
4,5,6
Kepuasan Kerja
§  Moral
§  Disiplin
§  LTO
1,2,3
4,5,6
7,8,9

PENGUMPULAN DATA DAN UJI COBA
Instrumen yang digunakan adalah berupa daftar pertanyaan tertulis/kuesioner . Sebelum kuesioner digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabelitas. Uji validitas dilaksanakan untuk melihat sejauhmana instrumen yang digunakan betul-betul mengukur apa yang hendak diukur 3.  Uji validitas menggunakan Korelasi Product Moment. Suatu butir dikatakan valid jika koefisien korelasinya memenuhi syarat minimal 0,3  4. Uji Reliabilitas dilakukan untuk menguji keajegan hasil pengukuran suatu instrumen terhadap data yang sama. Suatu instrumen dikatakan reliabel jika instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan hasil yang sama 4. Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan Cronbach coeficient alpha (a). Instrumen dikatakan reliabilitas bilamana koefisien reliabilitas 0,70 atau lebih, kurang dari 0,70 dapat diterima namun kurang meyakinkan. Perhitungan untuk pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan dengan bantuan program SPSS.

TEKNIK ANALISIS DATA

Model data yang digunakan dengan uji kuantitatif menggunakan model analisis multiple linear regression (regresi berganda linier). Untuk model analisis regresi berganda dijelaskan sebagai berikut  5:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 + b7X7 + b8X8 + b9X9 + b10X10 + e



Dimana :
Y         = kepuasan kerja
a          = konstanta    
b1            = koefisien regresi kebijaksanaan dan administrasi RS
X1          = variabel kebijaksanaan dan administrasi RS
b2            = koefisien regresi pengawasan
X2        = variabel pengawasan
b3            = koefisien regresi gaji
X3          = variabel gaji
b4            = koefisien regresi hubungan antar individu
X4        = variabel hubungan antar individu
b5            = koefisien regresi kondisi kerja
X5        = variabel kondisi kerja
b6            = koefisien regresi prestasi kerja
X6        = variabel prestasi kerja
b7            = koefisien regresi penghargaan
X7          = variabel penghargaan
b8            = koefisien regresi pekerjaan itu sendiri
X8        = variabel pekerjaan itu sendiri
b9            =koefisien regresi tanggung jawab
X9          = variabel tanggung jawab
b10          = koefisien regresi promosi
X10         = variabel promosi
e          = error/pengganggu diluar model

Uji hipotesis yang akan digunakan adalah :
1.      Hipotesis pertama dengan uji F (over all)
Untuk menguji hipotesis digunakan uji F pada tabel analisis varians (Anova) dengan tujuan untuk menguji kebenaran (significant) regresi secara keseluruhan
2.      Hipotesis kedua dengan uji-T
Untuk hipotesis ini dilakukan dengan cara mencari terlebih dahulu koefisien regresi bi yang paling besar, selanjutnya koefisien regresi tersebut diuji signifikansinya secara parsial menggunakan uji-t
3.      Hipotesis uji beda (Uji t)
Uji t dipergunakan untuk menguji perbedaan kepuasan kerja karyawan berdasarkan jenis pekerjaan paramedis dan non paramedis
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
a.      Uji Hipotesis Pertama
Untuk mengetahui apakah secara bersama-sama faktok-faktor  kepuasan kerja (X) berpengaruh terhadap kepuasan kerja (Y) digunakan   uji Anova (F).
Tabel 2
Hasil Analisis Regresi Berganda
Variabel
Koefisien Regresi
T hit
Sig T
X1
0,053
2,223
0,032
X2
0,021
2,093
0,026
X3
0,394
2,464
0,004
X4
0,127
2,177
0,026
X5
0,085
2,333
0,041
X6
0,438
4,155
0,000
X7
0,331
2,225
0,027
X8
0,416
3,276
0,002
X9
0,273
2,221
0,028
X10
0,218
2,137
0,026
R                = 0,640
R Square    = 0,410
F hitung     = 3,130
F tabel       = 2,04
T tabel       = 1,67
Persamaan regresi berganda :
Y = 3,232 + 0,053X1 + 0,021X2 +
       0,394X3 + 0,127X4 + 0,085X5 +
       0,438X6 + 0,331X7 + 0,416X8 +
       0,273X9 + 0,218X10
Sumber data : datar primer diolah
Dari hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 3,130 sedang F tabel sebesar = 2,04. Berarti nilai F hitung > F tabel artinya variabel kebijaksanaan dan administrasi rumah sakit (X1), pengawasan (X2), gaji (X3), hubungan antar individu (X4), kondisi kerja (X5), prestasi kerja (X6), penghargaan (X7), pekerjaan itu sendiri (X8), tanggung jawab (X9) dan promosi (X10) berpengaruh nyata terhadap kepuasan kerja karyawan di Rumah Sakit Islam Jombang sehingga uji hipotesis pertama dapat diterima. 
b.      Uji Hipotesis Kedua
Hipotesis kedua “diduga variabel gaji merupakan variabel dominan yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di Rumah Sakit Islam”. Koefisien regresi variabel gaji (X3) sebesar 0,394 sedangkan koefisien regresi variabel prestasi kerja (X6) sebesar 0,438. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan gaji merupakan variabel yang dominan terhadap kepuasan kerja karyawan ditolak.
c.       Uji Hipotesis Ketiga
Hipotesis ketiga adalah melihat adanya perbedaan antara kepuasan kerja paramedis dan non paramedis di Rumah Sakit Islam. Dari hasil pengujian didapatkan signifikan sebesar 0,401 dengan kata lain signifikan 0,401 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya tingkat kepuasan kerja paramedis dan non paramedis di Rumah Sakit Islam tidak ada perbedaan. Dapat dikatakan bahwa semua variabel bebas tersebut mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Dengan demikian hipotesa ketiga tidak terbukti atau ditolak.    

Pembahasan Hasil Penelitian

Dari hasil uji hipotesis parsial dengan uji F diketahui bahwa semua variabel bebas pada penelitian ini mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel bebas (X) terhadap kepuasan kerja (Y) dilakukan dengan melihat besarnya koefisien determinasi (R2) yaitu sebesar 0,40 yang menunjukkan bahwa variabel bebas memberikan kontribusi sebesar 41% sedangkan sisanya 59% dipengaruhi oleh variabel lain diluar teori dari Herzberg.
Untuk variabel kebijaksanaan dan administrasi rumah sakit (X1) merupakan segala bentuk kebijaksanaan dan prosedur untuk operasionalisasi rumah sakit, didapatkan hasil bahwa perumusan kebijakan untuk program kerja, prosedur administrasi yang berupa izin-izin, tidak masuk kerja dengan alasan-alasan lain kurang diperhatikan. Semua dirasa belum maksimal dan perlu perbaikan demi kesejahteraan karyawan karena hanya 37% dari karyawan yang menyetujuinya.
Variabel pengawasan (X2) merupakan kemampuan pimpinan dalam menyediakan bantuan teknis dan dukungan perilaku, adanya ketegasan akan keadilan pada karyawan dan kemampuan membangun kerjasama dengan karyawan. Dalam penelitian didapatkan sekitar 60%  dari karyawan menyetujui adanya ketegasan dan keadilan yang berupa teguran/hukuman atas kesalahan dan keteledoran karyawan juga  kemampuan atasan dalam membangun kerjasama dan memberikan dukungan kerja sehingga lebih bersemangat.
Variabel gaji (X3) yaitu pemberian imbalan sebagai ganti dari jasa yang diberikan karyawan. Gaji disini meliputi persepsi tentang kesesuaian gaji dan tunjangan yang diberikan. Jika gaji karyawan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan dirinya, ia akan puas dibandingkan jika ia menerima  gaji lebih rendah dari yang diperlukan untuk memenuhi standart hidup yang memadai, dalam penelitian hanya 56% karyawan yang menyetujui adanya pemberian gaji dan tunjangan yang sesuai. Factor gaji bukan merupakan factor dominan yang mempengaruhi karyawan dalam memuaskan kerja mereka.
Variabel hubungan antar individu (X4) merupakan bentuk hubungan dari proses komunikasi pada lingkungan kerja yang meliputi interaksi antar karyawan dan interaksi dengan atasan. Dari penelitian didapatkan sekitar 50% dari karyawan menyetujui adanya komunikasi dan interaksi antar karyawan baik didalam maupun diluar jam kerja juga interaksi dengan pimpinan dimana pimpinan diharapkan bisa lebih bersahabat dan menyenangkan sehingga karyawan merasa nyaman.
Variabel kondisi kerja (X5) merupakan keadaan lingkungan tempat kerja yang meliputi suasana lingkungan kerja, kebersihan, keselamatan, cahaya dan ventilasi udara serta pemberian faslitas kerja karyawan dari penelitian didapatkan sekitar 55% dari karyawan menyetujui untuk mengadakan penyesuaian/adaptasi lingkungan kerja untuk membuat situasi kerja yang nyaman dan lebih bersemangat.
Variabel prestasi kerja (X6) merupakan proses organisasi dalam mengevaluasi karyawan yang meliputi penilaian yang memotivasi dan adanya umpan balik yang mempengaruhi kepuasan kerja. Dari penelitian didapatkan sekitar 60% dari karyawan yang menyatakan setuju adanya penilaian prestasi kerja dalam organisasi ini. Karyawan juga diberikan kesempurnaan untuk meningkatkan kemampuan/ketrampilan karyawan, kebebasan dalam menyelesaikan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diikuti dengan pembinaan yang terus menerus akan dapat lebih meningkatkan kemampuan dan efisiensi kerja karyawan.
Variabel prestasi kerja (X6) memberikan sumbangan yang paling berarti terhadap kepuasan kerja karyawan di Rumah Sakit Islam diterimanya faktor prestasi kerja yang berpengaruh dominan karena :
a.       Karyawan yang berprestasi tinggi dan bersemangat kerja yang tinggi pula maka akan ada pengakuan status sosialnya sehingga kepuasan kerja akan tercapai.
b.      Dengan adanya penilaian prestasi kerja akan dapat mendorong karyawan  lebih kreatif sehingga kepuasan kerja terasa maksimal.
Variabel penghargaan (X7) merupakan pengakuan pihak manajemen terhadap suatu prestasi yang telah dicapai yang meliputi pengakuan status kerja dan penghargaan atas pekerjaan. Dari penelitian didapatkan hampir 64% dari karyawan menyetujui bahwa keberadaan mereka telah diakui sesuai dengan kemampuan kerja karyawan. Sedangkan pemberian penghargaan atas pekerjaannya perlu diperhatikan dan dilaksanakan karena nantinya akan dapat memacu semangat kerja karyawan.
Variabel pekerjaan itu sendiri (X8) merupakan kesesuaian kepribadian karyawan terhadap suatu pekerjaan yang dibebankan padanya yang meliputi kemampuan untuk melakukan kerja yang dibebankan serta kecocokan dalam pekerjaan. Dari penelitian didapatkan sekitar 71% dari karyawan menyetujuinya. Apabila terdapat suatu kecocokan dalam pekerjaan dan pribadi seseorang maka akan bertanggung jawab dalam bekerja.
Variabel tanggung jawab (X9) merupakan pelimpahan terhadap pekerjaan karyawan. Dari penelitian didapatkan sekitar 62% dari karyawan bahwa dalam bekerja karyawan harus mempunyai minat kerja, ketrampilan dan kemampuan sesuai bidangnya akan membuat penyelesaian pekerjaan menjadi lebih baik, adanya kecocokan antara pribadi dan pekerjaan maka karyawan akan merasa bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang telah dibebankan pada karyawan.
Variabel promosi (X10) merupakan kesempatan yang ditawarkan kepada karyawan untuk menduduki posisi/jenjang yang lebih baik yang meliputi pengakuan status sosial dan perencanaan karir. Salah satu upaya untuk menciptakan kepuasan karyawan adalah dengan adanya perencanaan karir melalui promosi yang diikuti dengan adanya pendidikan dan latihan.  Dari hasil penelitian didapatkan sekitar 55% dari karyawan menyetujuinya.  
Variabel kepuasan kerja (Y) merupakan sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya yang nampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dalam lingkungan kerja yang meliputi kondisi mental karyawan, ketaatan karyawan dan keinginan untuk pindah. Dari penelitian didapatkan sekitar 60% dari karyawan tidak menyetujui untuk memanfaatkan fasilitas atau melakukan kecurangan untuk kepentingan pribadi. Ini berarti moral kerja karyawan cukup baik. Untuk mematuhi peraturan organisasi sekitar 54% dari karyawan menyetujuinya. Sedangkan perputaran karyawan juga mendekati jumlah 37% dari karyawan.  
KESIMPULAN
Berdasarkan pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengujian regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel kebijaksanaan dan administrasi rumah sakit, pengawasan gaji, hubungan antar individu, kondisi kerja, prestasi kerja, penghargaan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab dan promosi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja paramedis dan non paramedis di Rumah Sakit Islam Jombang. Variabel gaji bukan merupakan variabel yang dominan sedangkan variabel yang dominan adalah variabel prestasi kerja karena karyawan yang berpretasi tinggi akan mencapai kepuasan kerja. Kepuasan kerja antara karyawan paramedis dan non paramedis juga terbukti tidak berbeda nyata karena pengaruh variasi variabel-variabel yang berpengaruh secara berarti terhadap kepuasan kerja dan dapat dikatakan merata. Artinya tidak ada perbedaan antara kepuasan kerja paramedis dan non paramedis meskipun jenis pekerjaannya berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

1.      Handoko,  Hani. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Kedua. Cetakan Keempat Belas. BPFE. Yogyakarta.

2.      Effendi, Rustam. 2000. Manajemen Modern. Edisi Tiga. Penerbit Fakultas Ekonomi. Universitas Brawijaya

3.      Ancok, Djamaludin. 2007. Teknik Penyusunan Skala Pengukur. PPK UG. Yogyakarta.

4.      Sugiyono, 2006. Metode Penelitian Bisnis, edisi enam, cetakan kelima, CV. Alfabeta. Bandung.

5.      Supranto, J. 2000. Statistik. Edisi enam. Cetakan satu. Erlangga. Jakarta